Rabu, 19 Oktober 2011

LUPUS ??


Oleh :
Putri wulandari
21209608
3eb13
Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.
Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:
  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.
“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.
Pada kehamilan dari perempuan yang menderita lupus, sering diduga berkaitan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi hal yang berkebalikan juga mungkin atau bahkan memperburuk geja LUPUS. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.
Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.
Kesembuhan total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

Selesma & Flu


Apa bedanya selesma dengan flu (influenza)?

OLEH :

PUTRI WULANDARI
21209608
3EB13
http://zulliesikawati.files.wordpress.com/2010/08/cold_and_flu_virus_composite.jpg?w=300&h=203




Bedanya virus selesma (cold) dan virus flu (influenza)
Memang antara selesma dan flu itu mirip sekali, yaitu bahwa mereka mempengaruhi saluran pernafasan dan memiliki gejala yang mirip, yaitu tenggorokan sakit, hidung tersumbat atau pun meler, batuk, dll. Namun secara umum, gejala selesma jauh lebih ringan daripada gejala flu. Gejala flu (influenza) bisa meliputi demam tinggi, menggigil, badan pegal-pegal, dan kelelahan. Selesma dan flu disebabkan oleh virus yang berbeda. Jika selesma disebabkan oleh virus selesma (cold virus atau rhinovirus), influenza disebabkan oleh virus Haemophylus influenzae yang memiliki berbagai type, yaitu type A, B, dan C. Susahnya, virus ini gampang bermutasi, dan bisa menyebabkan aneka penyakit flu yang mematikan, termasuk flu burung, flu babi, flu Hongkong, flu Singapura, dll.
Berbagai strain virus tersebut beredar di seluruh dunia sepanjang tahun dan menyebabkan wabah lokal. Di Kanada misalnya, musim influenza biasanya berlangsung dari November hingga April dan diperkirakan 10-25% orang Kanada mendapatkan influenza setiap tahun. Sebuah studi memperkirakan 6.700 orang Kanada pertahun meninggal akibat komplikasi influenza terkait dan sekitar 70.000 hingga 75.000 orang dirawat di rumah sakit.
Di bawah ini disajikan perbedaan antara selesma dan Influenza, yang diambil dari http://www.publichealthgreybruce.on.ca/Communicable/Influenza/FactSheets/Flu_vs_Colds.htm
GEJALA
SELESMA
INFLUENZA
Demam
Jarang
Tiba-tiba, seringkali demam tinggi, berakhir dalam 3-4 hari
Sakit kepala
jarang
Sering
Nyeri dan pegal
Ringan
Biasa terjadi, dan sering sangat sakit
Lemah
jarang/lemah
Sedang sampai berat, bisa sampai satu bulan
Terbaring di tempat tidur
jarang
Sering, bisa sampai 5-10 hari
Pilek
sering
kadang-kadang
bersin-bersin
biasa
kadang-kadang
Tenggorokan sakit
biasa
kadang-kadang
Batuk
kadang-kadang, ringan-sedang
Biasa, bisa menjadi parah
Komplikasi yang bisa terjadi
Sinus atau infeksi telinga
Pneumonia, gagal ginjal, gagal hati, dapat mengancam jiwa
Apa macam virus influenza?
Sedikit lebih jauh, mari kita coba mengenali virus influenza. Virus influenza terdiri dari 3 tipe, yaitu A, B, dan C. Virus Influenza Tipe A dapat menginfeksi manusia, kuda, babi, anjing laut, ikan paus dan binatang lainnya. Namun burung liar adalah tempat tinggal alamiah mereka.Virus tipe A ini dibagi dalam beberapa Sub-tipe berdasar dua (2) jenis protein pada permukaannya. Protein ini disebut sebagai Hemaglutinin (HA) dan Neuroaminidase (NA). Terdapat 15 jenis sub-tipe HA dan 9 sub-tipe NA, dan berbagai kombinasi dari kedua jenis protein ini dapat ditemukan. Hanya beberapa Virus Flu tipe A yang umumnya saat ini menyerang manusia, yaitu H1N1, H1N2, dan H3N2.
Sedangkan beberapa sub-tipe umumnya terdapat pada hewan, misalnya H7N7 dan H3N8 yang menyebabkan penyakit flu pada kuda. Sub-tipe Virus Flu tipe A dinamakan berdasar jenis protein HA dan NA, misalnya H1N2 adalah Virus Influenza tipe A yang mempunyai jenis protein HA 1dan protein NA2. Sehingga Virus Avian H5N1 adalah Virus Influenza Tipe A yang mempunyai protein HA 5 dan NA 1. Virus Influenza Tipe B umumnya ditemukan di manusia. Namun tidak seperti Virus Tipe A, Virus ini tidak diklasifikasi berdasar sub-tipe. Walaupun Virus tipe B ini dapat menyebabkan epidemi, tetapi tidak dapat menyebabkan pandemi. Virus Influenza Tipe C menyebabkan sakit ringan pada manusia dan tidak menyebabkan epidemi atau pandemi. Virus ini juga tidak diklasifikasi berdasar sub-tipe.
Strain
Virus Influenza B dan beberapa Sub-tipe Virus A dibagi lagi kedalam Strain. Ada berbagai Strain pada Virus Tipe B dan Sub-tipe A. Strain baruVirus Flu akan menggantikan strain yang lama. Perubahan Strain ini terjadi secara “shift” atau “drift”. Ketika strain Virus baru ini muncul, maka sel pertahanan tubuh (antibody) yang terbentuk karena infeksi virus Flu strain yang lama, tidak dapat memberikan perlindungan lagi kepada infeksi strain baru.Jadi Vaksin Flu harus diperbarui setiap tahun untuk mengikuti perubahan strain dari Virus Flu. Akibatnya, orang yang ingin melakukan vaksinasi Flu harus mengulang vaksinasinya secara teratur setiap tahun, karena proses perubahan strain virus flu tadi.
Mengapa tidak ada vaksin selesma?
Virus penyebab selesma lebih banyak lagi, mencapai hampir 250 jenis virus yang berbeda. Sehingga sulit bagi para saintis untuk menyiapkan vaksin utk sekian jenis virus selesma. Selain itu, selesma cenderung ringan dan tidak menyebabkan komplikasi serius, sehingga kebutuhan vaksin dianggap tidak urgen.
Bagaimana mencegah penularan selesma maupun influenza?
Karena virus dapat menyebar dengan mudah melalui kontak fisik secara langsung ataupun melalui udara atau cairan tubuh, maka perlu dilakukan upaya pencegahan.
1. Harus rajin cuci tangan dengan sabun, apalagi jika baru menyentuh atau kontak dengan orang yang terkena influenza atau selesma
2. Makan-makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus
3. Gunakan masker jika sedang ada wabah flu di lingkungan kita
4. Upayakan gaya hidup sehat, tidak merokok, minum alkohol, stress, istirahat cukup, dll.

“PENALARAN INDUKTIF”


 
PENGERTIAN PENALARAN SECARA UMUM

Penalaran
adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasiempirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yangsejenis juga akan terbentuk proposisi ± proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisiyang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yangsebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannyadiperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa,sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupakata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) danpenalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukankebenaran konklusi dari premis.Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitasberpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan adapenalaran tanpa proposisi. Bersama ± sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akanterbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Ataudapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasildari rangkaian pengertian.
Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran.Kebenaran dapat dicapai jika syarat ± syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
1.

Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatuyang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
http://htmlimg1.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/1-711e50fe56.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/1-711e50fe56.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/1-711e50fe56.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/1-711e50fe56.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/1-711e50fe56.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/1-711e50fe56.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/1-711e50fe56.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/1-711e50fe56.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/1-711e50fe56.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/1-711e50fe56.png
 
2
.

Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semuapremis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formalmaupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dariaturan ± aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yangdijadikan sebagai premis tepat.
J
ENIS-
J
ENIS PENALARAN

1.

Penalaran Induktif 
2.

Penalaran Deduktif 
 PENALARAN INDUKTIF
Metode penalaran induktif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwakhusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuanbaru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalarandeduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secaracanggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
J
enis-jenis penalaran induktif adalah :Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulanumum. Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik. Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.
http://htmlimg2.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/2-2880a9439e.jpghttp://htmlimg2.scribdassets.com/4e6p4mr2bkvncou/images/2-2880a9439e.jpg
 
 Pernyataan ³semua bintang sinetron berparas cantik´ hanya memiliki kebenaran probabilitaskarena belum pernah diselidiki kebenarannya.Contoh kesalahannya:Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Macam-macam generalisasiGeneralisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.Contoh: sensus penduduk 
Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidikiditerapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurnaGeneralisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:1.

Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2
.

Sampel harus bervariasi.3.

Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
Kausalitas
Kausalitas merupakan perinsip sebab-akibat yang dharuri dan pasti antara segalakejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya,merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan
 
keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dantidak diliputi keraguan apapun.
Analogi
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinyabentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi,pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri,pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
Salah Nalar
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkankesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertiantersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai,yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas,pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilankonklusi pasangan.
Penalaran induktif dibagi menjadi 3 jenis yaitu :1
.
Generalisasi
Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus untuk mengambilkesimpulan umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atausebagian besar gejala yang diamati. Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian.Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, danlain-lain.Contoh :Grace Natalie adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.Fessy Alwi adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.Generalisasi : Semua presenter berita berparas cantik.
 
Pernyataan "semua presenter berita berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitaskarena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Macam-macam Generalisasi :
Dari segi kuantitas fenomena yang menjadi dasar penyimpulan, generalisasi dibedakan menjadi
2
, yaitu :
a
.
Generalisasi Sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan yang diselidiki.Contoh :Setelah bertanya pada masing-masing mahasiswa kosma H
2
tentang kewarganegaraanmereka, kemudian disimpulkan bahwa : Semua mahasiswa kosma H
2
adalah warga negaraIndonesia. Dalam penyimpulan ini, keseluruhan fenomena yaitu kewarganegaraan masing-masing mahasiswa, kita selidiki tanpa ada yang ketinggalan.
b
.
Generalisasi Tidak Sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yangberlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.Contoh :Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yangsuka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yangsuka bergotong-royong, maka penyimpulan ini adalah generalisasi tidak sempurna.Generalisasi tidak sempurna ini tidak menghasilkan kesimpulan sampai ke tingkat pastisebagaimana generalisasi sempurna, tetapi corak generalisasi ini jauh lebih praktis dan lebihekonomis dibandingkan dengan generalisasi sempurna.
Generalisasi juga bisa dibedakan dari segi bentuknya ada
2(
Gorys Keraf, 1994 : 44-45),yaitu :a
.
Tanpa Loncatan Induktif 
 
“PENALARAN INDUKTIF”
Oleh :
PUTRI WULANDARI
21209608
3EB13

 
PENGERTIAN PENALARAN SECARA UMUM

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasiempirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yangsejenis juga akan terbentuk proposisi ± proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisiyang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yangsebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannyadiperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa,sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupakata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukankebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitasberpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan adapenalaran tanpa proposisi. Bersama ± sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Ataudapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasildari rangkaian pengertian.



Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran.Kebenaran dapat dicapai jika syarat ± syarat dalam menalar dapat dipenuhi.

1.       Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatuyang memang benar atau sesuatu yang memang salah

2.       Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semuapremis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formalmaupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dariaturan ± aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yangdijadikan sebagai premis tepat.

JENIS-JENIS PENALARAN

1.    Penalaran Induktif 
2.    Penalaran Deduktif 

PENALARAN INDUKTIF
Metode penalaran induktif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwakhusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuanbaru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalarandeduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secaracanggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.

Jenis-jenis penalaran induktif adalah :

A.  Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulanumum.

·         Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
·         Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
·         Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.

Pernyataan semua bintang sinetron berparas cantik hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
·         Contoh kesalahannya: Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.

B.     Kausalitas
Kausalitas merupakan perinsip sebab-akibat yang dharuri dan pasti antara segalakejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya,merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dantidak diliputi keraguan apapun.

C. Analogi
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinyabentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi,pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri,pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.

D.  Salah Nalar
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkankesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertiantersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai,yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas,pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilankonklusi pasangan.

Penalaran induktif dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

1.Generalisasi
Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus untuk mengambilkesimpulan umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian.Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, danlain-lain.

Contoh 1 :
·         Grace Natalie adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
·         Fessy Alwi adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
·         Generalisasi : Semua presenter berita berparas cantik.

Pernyataan "semua presenter berita berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.

Macam-macam Generalisasi :
Dari segi kuantitas fenomena yang menjadi dasar penyimpulan, generalisasi dibedakan menjadi 2, yaitu :

1.Generalisasi Sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan yang diselidiki.

Contoh :
Setelah bertanya pada masing-masing mahasiswa kosma H2 tentang kewarganegaraan mereka, kemudian disimpulkan bahwa : Semua mahasiswa kosma H2 adalah warga negaraIndonesia.
Dalam penyimpulan ini, keseluruhan fenomena yaitu kewarganegaraan masing-masing mahasiswa, kita selidiki tanpa ada yang ketinggalan.

2. Generalisasi Tidak Sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.

Contoh 1 :
Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yangsuka bergotong-royong, maka penyimpulan ini adalah generalisasi tidak sempurna.
Contoh 2 :
Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.

Generalisasi tidak sempurna ini tidak menghasilkan kesimpulan sampai ke tingkat pasti sebagaimana generalisasi sempurna, tetapi corak generalisasi ini jauh lebih praktis dan lebih ekonomis dibandingkan dengan generalisasi sempurna.

Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1.       Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2.       Sampel harus bervariasi.
3.       Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.


Generalisasi juga bisa dibedakan dari segi bentuknya ada 2(Gorys Keraf, 1994 : 44-45) , yaitu :

a.    Tanpa Loncatan Induktif 

Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan,sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.Misalnya, untuk menyelidiki bagaimana sifat-sifat orang Indonesia pada umumnya,diperlukan ratusan fenomena untuk menyimpulkannya.

Contoh :
Rino suka bermain bola basket.
Randy juga suka bermain bola baket.
Ari suka bermain sepak bola.
Dapat disimpulkan bahwa ketiga anak tersebut suka bermain bola.

b.    Dengan Loncatan Induktif 
Generalisasi yang bersifat loncatan induktif tetap bertolak dari beberapa fakta, namunfakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Fakta-fakta tersebutatau proposisi yang digunakan itu kemudian dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yangdiajukan.
Contoh :
Niko suka bermain gitar.
Ria suka bermain piano.
Nina suka bermain biola.
Dapat disumpulkan bahwa anak-anak komplek Pelita suka bermain alat musik.

2.Analogi
Penalaran Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogidapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkankesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut:

1. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.
2. Analogi dilakukan untuk menyingkapkan kekeliruan.3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.Contoh :

Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki,ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula bila menuntut ilmu,seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran,dan sebagainya. Apakah Dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya denganmendaki gunung untuk mencapai puncaknya.

1.    Kausal
Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang salingberhubungan. Hal ini terlihat ketika tombol ditekan yang akibatnya bel berbunyi. Dalam kehidupan kita sehari-hari, hubungan kausal ini sering kita temukan. Hujan turun dan jalan-jalanbecek. Ia kena penyakit kanker darah dan meninggal dunia. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antar masalah yaitu sebagaiberikut:

a)   Sebab akibat
Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Disamping ini pola seperti ini juga dapatmenyebabkan B, C, D dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang diaanggap penyebabkadang-kadang lebih dari satu. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, diperlukan kemampuan penalaran seseorang untuk mendapatkan simpulan penalaran. Hal ini akan terlihatpada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap suatu akibat yang nyata.

Contoh :
·         Belajar menurut pandangan tradisional adalah usaha untuk memperoleh sejumlah ilmupengetahuan.
·         Pengetahuan mendapat tekanan yang penting, oleh sebab pengetahuan memegang peranan utama dalam kehidupan manusia.
·         Pengetahuan adalah kekuasaan. Siapa yangmemiliki pengetahuan, ia mendapat kekuasaan.

b) Akibat sebab
Akibat sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter. Kedokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab. Jadi hampir mirip dengan entimen. Akan tetapidalam penalaran jenis akibat sebab ini, Peristiwa sebab merupaka simpulan.

Contoh :
Dewasa ini kenakalan remaja sudah menjurus ke tingkat kriminal. Remaja tidak hanya terlibat dalam perkelahian-perkelahian biasa, tetapi sudah berani menggunakan senjata tajam. Remaja yang telah kecanduan obat-obat terlarang tidak segan-segan merampok bahkanmembunuh. Hal ini selain disebabkan kurangnya oerhatian dari orang tua dan pengaruhmasyarakat, pengaruh televisi dan film cukup besar.

3) Akibat-akibat
Akibat-akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa akibat langsung disimpulkan pada suatu akibat yang lain.
Contoh :
Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah di halamannya becek, ibu langsungmenyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itu penyebabnya tidak ditampilkan yaitu hari hujan.   
keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dantidak diliputi keraguan apapun.
Analogi
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinyabentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi,pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri,pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
Salah Nalar
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkankesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertiantersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai,yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas,pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilankonklusi pasangan.
Penalaran induktif dibagi menjadi 3 jenis yaitu :1
.
Generalisasi
Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus untuk mengambilkesimpulan umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atausebagian besar gejala yang diamati. Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian.Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, danlain-lain.Contoh :Grace Natalie adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.Fessy Alwi adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.Generalisasi : Semua presenter berita berparas cantik.
 
Pernyataan "semua presenter berita berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitaskarena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Macam-macam Generalisasi :
Dari segi kuantitas fenomena yang menjadi dasar penyimpulan, generalisasi dibedakan menjadi
2
, yaitu :
a
.
Generalisasi Sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan yang diselidiki.Contoh :Setelah bertanya pada masing-masing mahasiswa kosma H
2
tentang kewarganegaraanmereka, kemudian disimpulkan bahwa : Semua mahasiswa kosma H
2
adalah warga negaraIndonesia. Dalam penyimpulan ini, keseluruhan fenomena yaitu kewarganegaraan masing-masing mahasiswa, kita selidiki tanpa ada yang ketinggalan.
b
.
Generalisasi Tidak Sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yangberlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.Contoh :Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yangsuka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yangsuka bergotong-royong, maka penyimpulan ini adalah generalisasi tidak sempurna.Generalisasi tidak sempurna ini tidak menghasilkan kesimpulan sampai ke tingkat pastisebagaimana generalisasi sempurna, tetapi corak generalisasi ini jauh lebih praktis dan lebihekonomis dibandingkan dengan generalisasi sempurna.
Generalisasi juga bisa dibedakan dari segi bentuknya ada
2(
Gorys Keraf, 1994 : 44-45),yaitu :a
.
Tanpa Loncatan Induktif 
 
Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan,sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.Misalnya, untuk menyelidiki bagaimana sifat-sifat orang Indonesia pada umumnya,diperlukan ratusan fenomena untuk menyimpulkannya.Contoh :Rino suka bermain bola basket. Randy juga suka bermain bola baket. Ari suka bermain sepak bola. Dapat disimpulkan bahwa ketiga anak tersebut suka bermain bola.
b
.
Dengan Loncatan Induktif 
Generalisasi yang bersifat loncatan induktif tetap bertolak dari beberapa fakta, namunfakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Fakta-fakta tersebutatau proposisi yang digunakan itu kemudian dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yangdiajukan.Contoh :Niko suka bermain gitar. Ria suka bermain piano. Nina suka bermain biola. Dapat disumpulkanbahwa anak-anak komplek Pelita suka bermain alat musik.
2.
Analogi
Penalaran Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogidapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkankesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut:1. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.
2
. Analogi dilakukan untuk menyingkapkan kekeliruan.3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.Contoh :
 
Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki,ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula bila menuntut ilmu,seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran,dan sebagainya. Apakah Dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya denganmendaki gunung untuk mencapai puncaknya.
3
.
Kausal
Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang salingberhubungan. Hal ini terlihat ketika tombol ditekan yang akibatnya bel berbunyi. Dalamkehidupan kita sehari-hari, hubungan kausal ini sering kita temukan. Hujan turun dan jalan-jalanbecek. Ia kena penyakit kanker darah dan meninggal dunia.Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antar masalah yaitu sebagaiberikut:a) Sebab akibatSebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Disamping ini pola seperti ini juga dapatmenyebabkan B, C, D dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang diaanggap penyebabkadang-kadang lebih dari satu. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, diperlukankemampuan penalaran seseorang untuk mendapatkan simpulan penalaran. Hal ini akan terlihatpada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap suatu akibat yang nyata.Contoh :Belajar menurut pandangantradisional adalah usaha untuk memperoleh sejumlh ilmupengetahuan. ³Pengetahuan´ mendapat tekanan yang penting, oleh sebab pengetahuanmemegang peranan utama dalam kehidupan manusia. Pengetahuan adalah kekuasaan. Siapa yangmemiliki pengetahuan, ia mendapat kekuasaan.b) Akibat sebab
 
Akibat sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter. Kedokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab. Jadi hampir mirip dengan entimen. Akan tetapidalam penalaran jenis akibat sebab ini, Peristiwa sebab merupaka simpulan.Contoh :Dewasa ini kenakalan remaja sudah menjurus ke tingkat kriminal. Remaja tidak hanyaterlibat dalam perkelahian-perkelahian biasa, tetapi sudah berani menggunakan senjata tajam.Remaja yang telah kecanduan obat-obat terlarang tidak segan-segan merampok bahkanmembunuh. Hal ini selain disebabkan kurangnya oerhatian dari orang tua dan pengaruhmasyarakat, pengaruh televisi dan film cukup besar.3) Akibat-akibatAkibat-akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa ³akibat´langsung disimpulkan pada suatu akibat yang lain.Contoh :Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah di halamannya becek, ibu langsungmenyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itupenyebabnya tidak ditampilkan yaitu hari hujan